Jalan Genteng Besar

Termasuk terlambat buat saya mengetahui tempat khusus yang menjual oleh- oleh khas surabaya. Kalo tahun kemaren anda bertanya pada saya dimana mencari oleh oleh yang khas dari Surabaya mungkin saya akan menjawab tidak tahu oleh- oleh apa yang patut dibawah.
Agak bingung ketika saya ditanya oleh-oleh yang bisa dibawah dari Surabaya, karena Surabaya lebih terkenal dengan makanan lontong balap ataupun rujak cingurnya, tetapi kalo buat oleh oleh saya sendiri juga akan lama buat menjawabnya. Setelah tanya kesana kemari akhirnya baru tau kalo tempat yang khusus buat mencari oleh oleh khas surabaya adalah di Jalan Genteng Besar
Jalan Genteng Besar saat ini sebagai wilayah yang banyak dikunjungi oleh para
tamu dari berbagai daerah, hal ini karena di sepanjang jalan ini bisa kita jumpai berbagai toko toko yang menjual berbagai macam oleh-oleh yang memang khas dari Surabaya. Kalo anda mencari pernak pernik atau segala macam acecoris tentu anda bakal kecewa karena yang ada disini kebanyakan berupa makanan saja.
Contoh makanan yang bisa anda dapatkan adalah Bandeng asap, abon sapi, teng2 kacang tanah dan teng2 kacang mente dll. Disini juga tersedia berbagai macam krupuk Udang yang sebenarnya berasal dari Sidoarjo
.
Kalo berbicara Jalan Genteng Besar sih dulu lebih banyak mengenal pasar Gentengnya karena merupakan pusat perdagangan barang - barang elektronik yang ramai hingga sekarang sehingga kalo anda lewat jalan ini pada siang hari bakalan terhambat karena sepanjang jalan ini sangat padat oleh kendaraan roda empat yang parkir di sisi kanan dan kiri jalan.
Jalan Genteng Besar, pojok Kali Genteng, itu dulu adalah jalan Van Deventerlaan, dengan landmark menonjol berupa gedung apotek De Vriendschap (Persahabatan). Pemiliknya adalah Lucien van der Velde.
Van der Velde, keturunan pengusaha grosir dan tekstil dari Amsterdam di mana Eduard Douwes Dekker pernah bekerja sebagai karyawan, saat itu memiliki banyak cabang apotek ini di Soerabaja.
Di 1933 Van der Velde menyusul Willy Otten-Rijnberk repatriasi ke Negeri Belanda dan memilih kota Emmen sebagai tempat tinggal baru. Di Emmen dia meneruskan bisnis apotek yang di Soerabaja dengan nama sama, yakni De Vriendschap juga.
Apotek De Vriendschap yang di Belanda hingga saat ini masih ada

So kalo anda mau jalan jalan ke Surabaya silakan aja mampir dimari
Sumber tulisan plus gambar:
Juli 24th, 2010 at 04:20
Muter2 Suroboyo … saya taunya - tunjungan, pasar turi, kedungdoro … terus kampung … kedungklintir … hehehe …
Juli 24th, 2010 at 22:05
wah mirip glodoknya jakarta ya bro
Juli 25th, 2010 at 13:26
Saya jadi kangeeeeen banget sama Suroboyo…di Pasar Genteng saya suka beli macem-macem, terutama duku kalo lagi musim…wah, duku Pasar Genteng tuh enaknya luar biasa…apalagi rumah ibu saya juga ada di deket-deket situ
Eh, rujak cingurnya…hm, menggoda iman
Juli 25th, 2010 at 13:27
Wah…komen saya kok hilang???
Juli 25th, 2010 at 14:53
surabaya…….jadi pengin jalan2 ke sana….
Juli 27th, 2010 at 10:12
wah jadi pengen mampir, tapi kapan ya ke surabayanya?
makasih sahabat atas infonya
Juli 28th, 2010 at 08:40
kalo saia mau ksh oleh2 buat saudara dari luar kota, belinya jg di genteng sini lowh…
Juli 28th, 2010 at 15:04
bangunan kuno begini bagus buat photo2 ya…
Juli 28th, 2010 at 15:05
bangunan kuno itu tuh aku senang bangat..
Juli 28th, 2010 at 15:40
“Nice artikel, inspiring ditunggu artikel - artikel selanjutnya, sukses selalu, Tuhan memberkati anda, Trim’s :)”
Juli 30th, 2010 at 17:59
@ Arbus kalo kesurabaya cuma seminggu sih nggak bakalan bisa muteri surabaya semunya
@ Fikri Mungkin ya soalnya aku juga blum pernah ke glodok
@ bu komandan komennya nggak hilang kok
@ Tsfull ayo ditunggu di surabaya
@ Uni ya udah deh kapan kapan kalo ada waktu mampir ya
@ vany mang asli surabaya manah sih
@ husin disurabaya banyak kok n bagus kalo buat foto foto bangunan
@ Yohan makasih om dah berkunjung kesini
Februari 9th, 2011 at 08:39
nice post…
kunjungi ini
thanks