Sarip Tambak Oso

3 Sep 2010

Akhirnya selesai juga baca kisah tokoh legendaris asli Jawa Timur di Salah satu Koran di Surabaya. Sebuah kisah kepahlawanan dari arek arek Suroboyo di Jaman Penjajahan Belanda. Kisah seperti si pitung seorang jagoan silat, tetapi juga seorang perampok orang orang kaya yang bekerja sama dengan kumpeni dan hasilnya diberikan pada masyarakat miskin.

Tokoh ini adalah Sarip Tambak Oso, nama Jagoan di Daerah Gedangan Sidorjo. Dusun Tambak Oso dibagi menjadi 2 wilayah yaitu Wetan Kali (sungai bagian Timur) dan Kulon Kali (Sungai Bagian Barat). Wilayah Kulon Kali dikuasai oleh seorang Jago Silat bernama Paidi yang memiliki senjata andalan yaitu Jagang Baceman. Dan wilayah Wetan kali dikuasai oleh Sarip sendiri.

Sarip sangat membenci para penjajah dan antek anteknya yang juga masyarakat pribumi yang bekerjasama dengan para kompeni. Para juragan kaya yang terbilang tega juga ikut menyengsarakan masyarakat miskin di daerahnya. Karena bantuan Belanda para juragan kaya ini juga ikut menjajah masyarakat Tambak Oso.

Sarip Merampok dari kampung ke kampung dan dibantu teman teman yang sepaham denganya dan memiliki ilmu kanuragan sehingga memudahkan setiap aksinya. Tetapi aksinya ini akhirnya diketahuinya oleh ibunya. Sarip dalam melakukan setiap aksinya tidak pernah berada di kampungnya sendiri, karena takut bila ibunya sampai mengetahui perbuatanya. Karena sarip adalah seorang yang patuh dan takut pada orang tua terutama ibunya.

Ibu Sarip adalah istri dari seorang jago silat juga yang melakukan semedi sehingga memiliki ilmu kanuragan. Ayah Sarip melakukan semedi suatu tempat basah tetapi tanahnya tetap kering. Dan letaknya berada di Gua gua di Sungai yang membelah Dusun tambak Oso. Lemah atau tanah tersebut diberikan pada ibu sarip dan sarip sendiri untuk dimakan yang nantinya menjadi jimat buat Sarip.

Sarip Memiliki Paman bernama Ridwan seorang Juragan Tambak yang dipasrahi untuk mengelola tambak milik peninggalan ayah Sarip. Karena keserakahan dan kelicikan Paman Sarip sehingga membuat perjajian rahasia dengan Pejabat Belanda yaitu Kapten Hansen. Perjanjian antara Kapten Hansen dan Paman Sarip menjadi sebuah kerugian Sendiri pada Ibu Sarip. Dengan alasan bahwa Tambak itu merupakan Milik Ibu Sarip seharusnya semua pajak ditanggung ibu sarip, padahal Ibu Sarip dalam beberapa bulan terakhir tidak mendapatkan setoran hasil dari Ridwan sebagai Pengelola.

Paman Sarip berani melakukan hal ini karena tahu bahwa Sarip sedang tidak berada di Desa tersebut. Dengan perilaku paman Ridwan, Sarip menjadi berang dan berusaha menagih uang yang seharusnya menjadi Hak Ibunya. Paman Sarip berani melakukan hal ini karena selain ada dukungan pejabat Belanda juga ada dukungan dari Jagoan Kulon Kali yaitu Paidi yang bekerja pada Paman Sarip sebagai Kusir dan juga pengawal pribadi.

Paidi sendiri bersedia menjadi anak buah Ridwan karena berharap dapat menjadi Suami Saropah anak Juragan Ridwan. Paidi dan Sarip sebenarnya tidak ingin saling mengusik dan bersedia menjadi Jagoan di tiap wilayahnya tetapi karena urusan ini menjadi pertarungan yang menantang bagi mereka. Pertarungan Dua jagoan ini terjadi di Sungai tambak Oso pada malam hari dimana tidak ada penduduk yang mengetahui, tetapi ternyata Senjata jagang Baceman lebih tangguh dari Senjata Sarip yang berupa belati. Saripun tewas ditangan Paidi dan dibuang di Sungai Tambak Oso.

Pikiran Paidipun lebih tenang karena merasa Bahwa persaingan yang selama ini terjadi tuntas sudah. Jagoan Wetan dan Kulon Kali sekarang sudah berganti menjadi Jagoan Tambak Oso. Orang yang mengetahui kematiannya selain Paidi adalah mak e Sarip sendiri. Karena Ritual yang dilakukan ayah Sarip tersebut menjadikan Jimat buat Sarip. Dan dengan doa Ibu Sarip, Saripun bisa hidup lagi dan luka yang berada di tubuh Saripun hilang tampa bekas. Mak e Sarip sengaja tidak bercerita pada Sarip karena kuatir Sarip menjadi Sombong

Bersambung……………………….


TAGS Kisah Sarip Tambak Oso


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post